Praktikum Jaringan Komputer : Pengenalan Subnet Mask dan Membuat Jaringan Wireless pada Cisco Packet Tracer

 PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

  • Pengenalan Subnet Mask dan Membuat Jaringan Wireless pada Cisco Packet Tracer

  •   Hasil & Pembahasan Praktikum :

    Pada praktikum keempat Jaringan Komputer bertujuan untuk mempelajari bagaimana menghitung subnet mask, mengatur IP address, membuat simulasi jaringan wireless dan melakukan konfigurasi dasar pada Access Point dalam jaringan wireless pada aplikasi Cisco Packet Tracer. Sebelum praktik, praktikan diajarkan beberapa teori mengenai subnet mask. Lalu, praktikan membuat jaringan wireless dengan menggunakan subnet mask berbasis /29 yang dapat mencakup 8 host atau 6 komputer/pc, 1 network dan 1 broadcast.  Untuk membuat jaringan wireless, diperlukan sebuah access point untuk menghubungkan client dan server. Client harus dipasangkan peralatan berupa WLAN atau Wireless LAN karena secara default, PC hanya mempunyai sebuah LAN card.

  • Prosedur Praktikum :

1.  Pertama, install Aplikasi Cisco Packet Tracer versi 7.3.1. Lalu, buka aplikasi tersebut.



Gambar 1.1 tampilan awal aplikasi


2.    Lalu, susunlah dua buah jaringan beserta perangkat ( 1 server, 1 Access Point dan 3 Client) pada masing-masing jaringan, seperti yang terlihat pada gambar 2.1. Hubungkan perangkat Server dengan Access Point, Access Point ke Switch dan Switch ke Router menggunakan kabel straight, seperti yang terlihat pada gambar 2.2.

Gambar 2.1 menyusun dua buah jaringan beserta 

perangkat pada masing-masing jaringan



Gambar 2.2  menghubungkan perangkat dengan kabel straight




3.   Sambungkan Wireless LAN pada setiap client. Berikut langkah-langkahnya :

Ø  PC :

·       Pertama, klik salah satu client, kemudian klik pengaturan “physical”.

·        Kedua, klik point (1) yaitu zoom out untuk memperkecil tampilan, sehingga perangkat akan terlihat keseluruhan.

·       Ketiga, klik point (2) untuk mematikan perangkat. Point (3) adalah WLAN yang akan kita gunakan untuk dipasang ke perangkat.

·       Kempat, klik point (4) lalu tahan dan lepaskan ke arah bagian modul sehingga gambar 4 akan kosong.

·       Kelima, tarik point (5) atau point (3), lalu arahkan ke gambar atau point (4) yang tadi telah kosong. Gambar atau point (4) akan berubah dari yang tadi LAN Card menjadi WLAN Card.

·       Terakhir, hidupkan kembali perangkat dengan mengklik point (2)



Gambar 3.1  mengatur konfigurasi wireless LAN pada Client (PC)


Ø  Laptop :

·       Pertama, klik salah satu client, kemudian klik pengaturan “physical”.

·       Kedua, klik point (1) untuk mematikan perangkat. Point (2) adalah WLAN yang akan kita gunakan untuk dipasang ke perangkat.

·       Kempat, klik point (3) lalu tahan dan lepaskan ke arah bagian modul sehingga gambar 3 akan kosong.

·       Kelima, tarik point (4) atau point (2), lalu arahkan ke gambar atau point (3) yang tadi telah kosong. Gambar atau point (3) akan berubah dari yang tadi LAN Card menjadi WLAN Card.

·       Terakhir, hidupkan kembali perangkat dengan mengklik point (1)


Gambar 3.2  mengatur konfigurasi wireless LAN pada Client(Laptop)


4. Lalu, atur semua client agar terhubung dengan Access Point  terhadap masing-masing jaringan. Berikut langkah-langkah menghubungkan client dengan Access Point :

·       Pertama, klik client yang akan kita atur, pilih desktop (1), lalu pilih PC Wireless.

·       Kedua, klik connect (2) dan tentukan jaringan yang akan dihubungkan. Pada kasus ini, saya memilih jaringan A.

·       Ketiga, klik tombol hijau yang bertuliskan connect (4).

·       Lakukanlah, ketiga cara ini untuk client yang lain.

Maka, client akan terhubung dengan Access Point, seperti yang terlihat pada gambar 4.2.

Gambar 4.1  menghubungkan client LAN dengan Access Point


Gambar 4.2  tampilan client jika telah terhubung dengan Access Point

5.  Selanjutnya, atur IP address pada masing-masing jaringan. Untuk jaringan bagian kiri, IP address yang digunakan adalah kelas B (IP : 128.129.1.1), subnet mask (255.255.0.0) serta default gatewaynya (128.129.1.5), seperti yang terlihat pada gambar 5.1. Setelah itu, klik di bagian services dan klik DHCP. Kemudian klik “on” pada service, lalu sesuaikan pengaturannya seperti gambar 5.2, jika telah selesai, klik “save”. Untuk jaringan bagian kanan, IP address yang digunakan adalah kelas C (IP : 192.168.1.1), subnet mask (255.255.255.248) serta default gatewaynya (192.168.1.5), seperti yang terlihat pada gambar 5.3. Setelah itu, klik di bagian services dan klik DHCP. Kemudian klik “on” pada service, lalu sesuaikan pengaturannya seperti gambar 5.4, jika telah selesai, klik “save”.

Gambar 5.1  mengatur IP address kelas B


Gambar 5.2  mengatur Service DHCP kelas B

Gambar 5.3  mengatur IP address kelas C


Gambar 5.4  mengatur Service DHCP kelas C

6.  Lalu,  IP address pada semua perangkat akan otomatis terisi sesuai fitur service DHCP yang kita atur tanpa mengubah opsi konfigurasi IP ke DHCP, seperti contoh yang terlihat pada gambar 6.1. Tetapi, jika tidak sesuai dengan fitur service yang kita atur, dapat mengklik manual ke static lalu ke DHCP kembali untuk merefresh ip addressnya.

Gambar 6.1  tampilan pengaturan ip otomatis pada salah satu client


7.  Selanjutnya, konfigurasi router untuk dapat menghubungkan dua buah jaringan tersebut. Klik perangkat router, lalu pilih “CLI”. Ketikkan perintah sesuai dengan gambar 7.1.

- langkah-langkah mengetik perintah :

a)     Saat awal masuk akan ada pertanyaan, ketikkan “no”

b)     “enable” atau “en”

c)     “configure terminal” atau “conf t”

d)     “interface fa0/0 -> sesuaikan dengan pengaturan fastethernet pada router

e)     “ip address 128.129.1.5 255.255.0.0 -> sesuaikan dengan default gateway dan subnet mask

f)      “no shutdown” atau “no sh”

g)     “exit” -> keluar dari interface fa0/0

h)     Lakukan langkah a-g sekali lagi pada interface fa 1/0 atau fastethernet pada router dengan menyesuaikan ip address dan subnet mask pada server satunya.


Gambar 7.1  tampilan CLI dan perintah untuk menghubungkan router


8.     Kemudian, lakukan “ping” pada client jaringan bagian kiri ke client jaringan bagian Jika blog berisi “Reply” maka kedua jaringan telah terhubung atau juga dapat menggunakan fitur utilitas “Add Simple PDU” untuk membuktikannya.kanan atau sebaliknya untuk membuktikan terhubungnya kedua jaringan. 


Gambar 8.1  ping berhasil dilakukan


Gambar 8.2  hasil akhir

  •  Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :

  1. Saat membagikan IP address dengan memanfaatkan fitur DHCP, PC atau laptop tidak mendapatkan IP yang sesuai dengan DHCP yang diatur. Alhasil, kita harus mengklik opsi “static” lalu mengklik opsi “DHCP” agar request sesuai dengan yang diatur atau kita memastikan kembali pengaturan DHCP telah sesuai dan benar.

  2. Saat mengatur konfigurasi router pada masing-masing switch dengan CLI, terjadi kesalahan ketikkan atau ada perintah yang tertinggal sehingga router tidak dapat menghubungkan kedua jaringan yang dibuat.

  3. Saat menghubungkan Wireless LAN, lupa untuk mengaktifkan/menonaktifkan perangkat sehingga pengaturan tidak dapat berfungsi.
  •       Kesimpulan Percobaan :
  1. IP default gateway berfungsi untuk menghubungkan antara jaringan yang satu dengan jaringan yang lainnya. IP default gateway dan subnet masknya harus sama dengan satu jaringan tetapi tidak boleh sama dengan jaringan yang lain.

  2.  Untuk menghubungkan client dengan Access point perlu menambahkan WLAN Card.

  3.     Dengan menggunakan fitur DHCP, kita dapat mempermudah pengisian IP address pada setiap perangkat.

Comments

Popular posts from this blog

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER: IMPLEMENTASI LAN

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER : Instalasi Linux Debian Pada Virtual Machine