PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER : Konfigurasi Jaringan Komputer dan Pengenalan Cisco Packet Tracer

 PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

  • Konfigurasi Jaringan Komputer dan Pengenalan Cisco Packet Tracer


  => Hasil & Pembahasan Praktikum :

    Saat praktikum, praktikan diajarkan terlebih dahulu tentang teori mengenai IP Address, Subnet mask dan topologi jaringan dan manfaatnya. Lalu, praktikan diajarkan bagaimana membuat desain sebuah jaringan LAN menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer. Dalam praktikum ini, praktikan diajarkan dari menggunakan tool dan fitur aplikasi Cisco packet tracer hingga langkah-langkah membuat sebuah desain jaringan dengan sistem topologi star hingga selesai. 


=> Prosedur Praktikum :

1. Pertama, install Aplikasi Cisco Packet Tracer versi 7.3.1. Lalu, buka aplikasi tersebut.



Gambar 1.1 tampilan awal aplikasi




2.   Lalu, tentukan perangkat yang akan digunakan pada desain jaringan ini. Disini kita menggunakan perangkat server, switch dan 5 PC. Pertama, kita memilih server, seperti yang terlihat pada gambar 2.1. Kedua, kita memilih switch, seperti yang terlihat pada gambar 2.3. Ketiga, kita memilih 5 perangkat PC, seperti yang terlihat pada gambar 2.5. Bentuk ketiga jenis perangkat tersebut membentuk topologi star.


Gambar 2.1 memilih perangkat server



Gambar 2.2  menaruh perangkat server


Gambar 2.3  memilih perangkat switch


Gambar 2.4  menaruh perangkat switch


Gambar 2.5  memilih  perangkat PC


Gambar 2.6  menaruh 5 perangkat PC

 


3.  Selanjutnya, pilih kabel untuk menghubungkan setiap perangkat. Ketika mengarahkan ke perangkat PC maka pilih FastEthernet0, seperti yang terlihat pada gambar 3.1. Jika mengarahkan ke switch maka pilih FastEthernet yang disesuaikan dengan pilihan kita, seperti yang terlihat pada gambar 3.2.

    

Gambar 3.1  memilih FastEthernet0



Gambar 3.2  memilih yang sesuai dengan pilihan kita



4. Langkah selanjutnya yaitu mengatur IP Address pada setiap perangkat yang telah dipilih. Klik perangkat, lalu arahkan ke desktop. Setelah itu pilih IP Configuration. Isi IP Addressnya dengan 192.168.1.x (x sebagai identitas dari sebuah perangkat, tidak boleh sama dengan perangkat lain). Lalu, setting subnet mask default ke semua perangkat yaitu 255.255.255.0. Untuk setting default gateway samakan dengan IP Addressnya. Lakukan langkah ini pada semua perangkat tetapi dengan setting IP Address yang berbeda pada identitas.


Gambar 4.1  tampilan ketika diklik perangkat


Gambar 4.2  mengatur IP Address


5.  Untuk memastikan semuanya terhubung dalam 1 jaringan gunakan utilitas “Add Simple PDU”, seperti yang terlihat pada gambar 5.1. dan bisa juga dengan Command Prompt, kemudian lakukan "ping" antar perangkat. Setelah masuk ke Command Promt, ketikan ping kemudian IP Addres tujuan. Jika blok berisi “Reply”, perangkat telah terhubung, seperti yang terlihat pada gambar 5.3.


Gambar 5.1  klik salah satu perangkat

Gambar 5.2  realtime jika successful


Gambar 5.3  ping berhasil dilakukan


Gambar 5.4  hasil akhir


=> Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :

  1. IP Address pada setiap perangkat bagian octetnya tidak boleh sama semua. Apabila IP Address pada salah satu perangkat 192.168.1.2, perangkat yang lain tidak boleh sama dan bisa menggunakan IP Address yang berbeda, seperti 192.168.1.3 atau seterusnya.
  2. Memastikan kabel yang dihubungkan adalah kabel straight agar perangkat dapat terhubung dengan sempurna.
     => Kesimpulan Percobaan :
  1.        Aplikasi Cisco Packet Tracer berfungsi untuk mendesain sebuah jaringan LAN agar dapat memberikan gambaran jenis topologi jaringan apa yang ingin kita gunakan untuk jaringan kita.
  2.  Jika ping yang kita lakukan berhasil, dapat dipastikan perangkat dapat terhubung dengan baik.

  3.        Desain jaringan yang kita buat akan menentukan seefektif apa jaringan yang kita miliki.


Comments

Popular posts from this blog

Praktikum Jaringan Komputer : Pengenalan Subnet Mask dan Membuat Jaringan Wireless pada Cisco Packet Tracer

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER: IMPLEMENTASI LAN

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER : Instalasi Linux Debian Pada Virtual Machine