Praktikum Jaringan Komputer : Jaringan Client-Server dan Jaringan Router pada Cisco Packet Tracer

  PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

  • Jaringan Client-Server dan Jaringan Router pada Cisco Packet Tracer



  •   Hasil & Pembahasan Praktikum :

    Pada praktikum ketiga ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana mengatur sebuah jaringan client-server dan jaringan router pada aplikasi Cisco Packet Tracer. Praktikan diajarkan terlebih dahulu tentang teori DHCP, client-server, dan router. Lalu, praktikan diajarkan atau diberikan simulasi bagaimana mengatur IP DHCP yang ada di Windows  dan juga di aplikasi Cisco Packet Tracer dalam penggunaan jaringan client-server dan jaringa router. Perbedaan dari jaringan client-server dan jaringan router/peer to peer adalah jika di jaringan client-server ada satu komputer yang menjadi server (dedicated-server) dan komputer yang lainnya bertindak sebagai klien, Sedangkan pada jaringan router/peer to peer semua komputer dapat bertindak sebagai server ataupun klien, setiap komputer yang terhubung dapat saling berbagi sumber daya tanpa harus dikendalikan oleh satu komputer.

  • Prosedur Praktikum :

1.  Pertama, install Aplikasi Cisco Packet Tracer versi 7.3.1. Lalu, buka aplikasi tersebut.



Gambar 1.1 tampilan awal aplikasi


2.    Lalu, susunlah dua buah jaringan beserta perangkat pada masing-masing jaringan, seperti yang terlihat pada gambar 2.1. Hubungkan semua perangkat menggunakan kabel straight hingga kabel berwarna hijau, seperti yang terlihat pada gambar 2.2.

Gambar 2.1 menyusun dua buah jaringan beserta 

perangkat pada masing-masing jaringan



Gambar 2.2  menghubungkan semua perangkat dengan kabel straight


3.  Selanjutnya, atur IP address pada masing-masing jaringan. Untuk jaringan bagian kiri, IP address yang digunakan adalah kelas A (IP : 10.12.1.5), subnet mask (255.0.0.0) serta default gatewaynya (10.12.1.1), seperti yang terlihat pada gambar 3.1. Setelah itu, klik di bagian services dan klik DHCP. Kemudian klik “on” pada service, lalu sesuaikan pengaturannya seperti gambar 3.2, jika telah selesai, klik "save". Untuk jaringan bagian kanan, IP address yang digunakan adalah kelas C (IP : 192.168.1.5), subnet mask (255.255.255.0) serta default gatewaynya (192.168.1.1), seperti yang terlihat pada gambar 3.3. Setelah itu, klik di bagian services dan klik DHCP. Kemudian klik “on” pada service, lalu sesuaikan pengaturannya seperti gambar 3.4, jika telah selesai, klik "save".


Gambar 3.1  mengatur IP address kelas A


Gambar 3.2  mengatur Service DHCP kelas A


Gambar 3.3  mengatur IP address kelas C


Gambar 3.4  mengatur Service DHCP kelas C


4. Lalu, atur IP address pada semua perangkat dengan memanfaatkan fitur DHCP server sehingga IP address pada setiap perangkat dapat terisi dengan otomatis. Klik opsi “DHCP” pada IP configuration, seperti yang terlihat pada gambar 4.1. Alhasil, IP address yang terisi akan menyesuaikan dengan pengaturan service pada server jaringan.


Gambar 4.1  mengatur ip dengan fitur DHCP


5.  Selanjutnya, tambahkan router untuk menghubungkan dua jaringan tersebut. Hubungkan router dengan masing-masing switch yang ada pada dua jaringan dengan menggunakan kabel straight, seperti yang terlihat pada gambar 5.1.  Lalu, konfigurasi router untuk dapat menghubungkan dua buah jaringan tersebut. Klik perangkat router, lalu pilih “CLI”. Ketikkan perintah sesuai dengan gambar 5.2.

- langkah-langkah mengetik perintah :

a)     Saat awal masuk akan ada pertanyaan, ketikkan “no”

b)     “enable” atau “en”

c)     “configure terminal” atau “conf t”

d)     “interface fa0/0 -> sesuaikan dengan pengaturan fastethernet pada router

e)     “ip address 10.12.1.1 255.0.0.0 -> sesuaikan dengan default gateway dan subnet mask

f)      “no shutdown” atau “no sh”

g)     “exit” -> keluar dari interface fa0/0

h)     Lakukan langkah a-g sekali lagi pada interface fa 0/1 atau fastethernet pada router dengan menyesuaikan ip address dan subnet mask pada server satunya.

Gambar 5.1  menghubungkan router dengan masing-masing switch


Gambar 5.2  tampilan CLI dan perintah untuk menghubungkan router


6.   Kemudian, lakukan “ping” pada client jaringan bagian kiri ke client jaringan bagian Jika blog berisi “Reply” maka kedua jaringan telah terhubung atau juga dapat menggunakan fitur utilitas “Add Simple PDU” untuk membuktikannya.kanan atau sebaliknya untuk membuktikan terhubungnya kedua jaringan.


Gambar 6.1  ping berhasil dilakukan


Gambar 6.2  hasil akhir

  •  Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :

  1. Saat membagikan IP address dengan memanfaatkan fitur DHCP, PC atau laptop tidak mendapatkan IP yang sesuai dengan DHCP yang diatur. Untuk mengatasi hal tersebut, pastikan pengaturan DHCP telah sesuai atau benar.

  2. Saat mengatur konfigurasi router pada masing-masing switch dengan CLI, terjadi kesalahan ketikkan atau ada perintah yang tertinggal sehingga router tidak dapat menghubungkan kedua jaringan yang dibuat
  •       Kesimpulan Percobaan :
  1.  DHCP adalah kepanjangan dari Dynamic Configuration Host Protocol. DHCP adalah protocol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan.

  2.  Router adalah alat jaringan yang mengarahkan aliran lalu lintas jaringan. Routing pada jaringan router adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah internetwork. Routing juga dapat merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat hinggap dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya.

  3.        Dengan menggunakan fitur DHCP, kita dapat mempermudah pengisian IP address pada setiap perangkat.


Comments

Popular posts from this blog

Praktikum Jaringan Komputer : Pengenalan Subnet Mask dan Membuat Jaringan Wireless pada Cisco Packet Tracer

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER: IMPLEMENTASI LAN

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER : Instalasi Linux Debian Pada Virtual Machine