PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER : Konfigurasi Web Server dan Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer

  PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

  • Konfigurasi Web Server dan Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer



  •   Hasil & Pembahasan Praktikum :

    Saat praktikum, praktikan diajarkan terlebih dahulu tentang teori singkat mengenai Web Server, HTTP/HTTPS dan HTML. Lalu, membahas tentang konfigurasi web server dan simulasi jaringan vlan pada Cisco Packet Tracer. Untuk konfigurasi web server, kita perlu mempelajari dasar HTML untuk mengaplikasikannya pada tampilan web. Lalu, untuk simulasi VLAN, kita menggunakan switch untuk membuat vlan dan  membagi port agar dapat dibagikan ke semua jaringan. Di samping itu, kita perlu menambahkan router untuk menghubungkan setiap jaringan.

  • Prosedur Praktikum :

1.  Pertama, install Aplikasi Cisco Packet Tracer versi 7.3.1. Lalu, buka aplikasi tersebut.




Gambar 1.1 tampilan awal aplikasi

2.    Lalu, susunlah dua buah jaringan beserta perangkat ( 2 server, 1 Switch, 1 Router dan masing-masing 4 Client pada kedua jaringan), seperti yang terlihat pada gambar 2.1. Hubungkan perangkat Server dengan Switch, Switch ke router dan Switch ke setiap Client menggunakan kabel straight, seperti yang terlihat pada gambar 2.2.


Gambar 2.1 menyusun dua buah jaringan beserta 

perangkat pada masing-masing jaringan



Gambar 2.2  menghubungkan perangkat dengan kabel straight


3.          Selanjutnya, atur IP address pada masing-masing jaringan. Untuk jaringan bagian kiri, IP address yang digunakan adalah kelas A (IP : 192.168.1.2), subnet mask (255.255.255.248) serta default gatewaynya (192.168.1.1), seperti yang terlihat pada gambar 3.1. Setelah itu, klik di bagian services dan klik DHCP. Kemudian klik “on” pada service, lalu sesuaikan pengaturannya seperti gambar 3.2, jika telah selesai, klik “save”. Untuk jaringan bagian kanan, IP address yang digunakan adalah kelas A juga, yaitu (IP : 193.170.1.2), subnet mask (255.255.255.248) serta default gatewaynya (193.170.1.1), seperti yang terlihat pada gambar 3.3. Setelah itu, klik di bagian services dan klik DHCP. Kemudian klik “on” pada service, lalu sesuaikan pengaturannya seperti gambar 3.4, jika telah selesai, klik “save”.




Gambar 3.1  mengatur IP address server Lab A



Gambar 3.2  mengatur service DHCP server Lab A



Gambar 3.3  mengatur IP Address server Lab A

Gambar 3.4  mengatur Service DHCP server Lab B


4. Lalu,  IP address pada semua perangkat akan otomatis terisi sesuai fitur service DHCP yang kita atur tanpa mengubah opsi konfigurasi IP ke DHCP, seperti contoh yang terlihat pada gambar 4.1. Tetapi, jika tidak sesuai dengan fitur service yang kita atur, dapat mengklik manual ke static lalu ke DHCP kembali untuk merefresh ip addressnya.


Gambar 4.1  tampilan pengaturan IP otomatis pada salah satu client

5.  Selanjutnya, konfigurasi switch untuk membuat sebuah vlan. Pertama, klik Switch lalu pilih CLI. Ketikkan perintah sesuai dengan gambar 5.1.

    - langkah-langkah mengetik perintah :

a)     “enable” atau “en”

b)     “vlan database”

c)     “vlan 100 name lab_a -> sesuaikan dengan nama dan port yang diinginkan

d)     “vlan 200 name lab_b -> sesuaikan dengan nama dan port yang diinginkan

e)     “exit”

f)      “sh vlan”


Gambar 5.1  tampilan CLI dan perintah untuk initialisasi VLAN



Gambar 5.2  tampilan ketika VLAN telah aktif

6.  Kemudian, konfigurasi port-port yang ada pada setiap vlan dengan cara klik switch, pilih CLI. Lalu, lakukan seperti gambar 6.1 untuk port pada vlan 100 dengan nama lab_a. Kemudian, lakukan seperti gambar 6.2 untuk port pada vlan 200 dengan nama lab_b.

- langkah-langkah mengetik perintah untuk vlan 100 dengan nama lab_a :

a)     “enable” atau “en”

b)     “configure terminal”

c)     “interface fa0/1”

d)     “switchport access vlan 100”

e)     “exit”

f)      ulangi langkah (c,  d, e) dengan mengganti setiap interface yang terhubung pada jaringan bagian kiri (Lab A)

 

-        langkah-langkah mengetik perintah untuk vlan 200 dengan nama lab_b :

a)     “enable” atau “en”

b)     “configure terminal”

c)     “interface fa0/6”

d)     “switchport access vlan 200”

e)     “exit”

f)      ulangi langkah (c,  d, e) dengan mengganti setiap interface yang terhubung pada jaringan bagian kanan (Lab B)

g)     jika sudah, maka ketik “exit” lagi

h)     lalu, akhiri dengan mengetik “sh vlan”

Maka, tampilan jika berhasil dapat terlihat seperti gambar 6.3


Gambar 6.1  perintah untuk vlan 100 dengan nama lab_a


Gambar 6.2  perintah untuk vlan 200 dengan nama lab_b


Gambar 6.3  tampilan konfigurasi switch jika berhasil

7.  Kemudian, hubungkan router pada port fa0/0 ke port 0/11 pada switch. Lalu, konfigurasi router dengan mengikuti langkah-langkah seperti pada gambar 7.2.

- langkah-langkah mengetik perintah untuk menghubungkan router ke switch :

a)     “enable” atau “en”

b)     “configure terminal”

c)     “interface fa0/0.100” -> sesuaikan dengan vlan yang telah kita buat

d)     “encapsulation dot1q 100” -> sesuaikan dengan vlan yang telah kita buat

e)     “ip address 192.168.1.1 255.255.255.248” -> (default gateway dan subnet mask sesuai dengan server)

f)      ”exit”

g)     Lalu, ulangi langkah c, d, e, f untuk vlan 200, seperti yang terlihat pada gambar 7.3.



Gambar 7.1 menghubungkan router


Gambar 7.2 konfigurasi router untuk menghubungkan ke switch vlan 100


Gambar 7.3 konfigurasi router untuk menghubungkan ke switch vlan 200


8.    Selanjutnya, atur agar port yang kita punya berada pada mode trunk dengan membuka pada switch lalu CLI, seperti yang terlihat pada gambar 8.1.

- langkah-langkah mengetik perintah untuk memindah ke mode trunk :

a)     “enable” atau “en”

b)     “configure terminal”

c)     “interface fa0/11” -> sesuaikan dengan port yang terhubung pada switch

d)     “switchport mode trunk” ->

e)     ”exit”



Gambar 8.1  tampilan perintah switch untuk mode trunk


9.   Kemudian, lakukan “ping” pada client jaringan bagian kiri ke client jaringan bagian kanan atau sebaliknya untuk membuktikan terhubungnya kedua jaringan. Jika blog berisi “Reply” maka kedua jaringan telah terhubung atau juga dapat menggunakan fitur utilitas “Add Simple PDU” untuk membuktikannya.


Gambar 9.1 tampilan ping berhasil dilakukan


10.    Kemudian, kita akan mencoba melakukan konfigurasi web server dari dua jaringan yang telah kita buat. Pertama, kita mencoba pada jaringan Lab A. Buka server Lab A dan masuk ke bagian service, lalu ke bagian HTTP. Edit file html yang kita inginkan untuk nanti ditampilkan pada setiap perangkat. Untuk Lab A saya mengedit bagian index.html, gallery.html dan menambahkan foto.jpeg, seperti yang terlihat pada gambar 10.2 dan 10.3 secara berurutan. Lalu, kita mencoba pada jaringan Lab B. Untuk Lab B saya mengedit bagian index.html, resume.html dan menambahkan foto.jpeg, seperti yang terlihat pada gambar 10.6 dan 10.7.


Gambar 10.1 tampilan service http



Gambar 10.2 tampilan saat mengedit file index.html

Gambar 10.3 tampilan saat mengedit file gallery.html


Gambar 10.4 tampilan saat mengakses file index.html pada perangkat 


Gambar 10.5 tampilan saat mengakses file gallery.html pada perangkat 


Gambar 10.6 tampilan saat mengedit file resume.html 


Gambar 10.7 tampilan saat mengakses file resume.html pada perangkat 

  •  Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :

  1. Saat membagikan IP address dengan memanfaatkan fitur DHCP, PC atau laptop tidak mendapatkan IP yang sesuai dengan DHCP yang diatur. Solusinya adalah lebih teliti lagi pada pengaturan fitur DHCP dan perangkat yang terisi ip otomatis bisa diatur ulang.

  2. Saat mengatur konfigurasi router pada masing-masing switch dengan CLI, terjadi kesalahan ketikkan atau ada perintah yang tertinggal sehingga router tidak dapat menghubungkan kedua jaringan yang dibuat.

  3. Saat mengatur web server terjadi kendala pada menyimpan file. Ketika mengedit lupa mengklik save akibatnya file tidak tersimpan perubahannya.
  •       Kesimpulan Percobaan :
  1.        Dengan menggunakan VLAN juga, jaringan dapat berfungsi membuat dengan fleksibel tergantung kebutuhan dari departemen.
  2.        Dengan menggunakan VLAN kita mampu berbagi jaringan dan berbagi file walaupun berbeda jaringan.
  3.        Dengan menggunakan VLAN juga, jaringan dapat berfungsi membuat dengan fleksibel tergantung kebutuhan dari departemen.

Comments

Popular posts from this blog

Praktikum Jaringan Komputer : Pengenalan Subnet Mask dan Membuat Jaringan Wireless pada Cisco Packet Tracer

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER: IMPLEMENTASI LAN

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER : Instalasi Linux Debian Pada Virtual Machine